Leadership

Beban Stress

Berapa DaG? 1,000 DaG, ah! enteng cuma 10 KG. Bagi yang mengerti berarti waktu pelajaran matematikanya mendengarkan dan belajar sungguh-sungguh gurunya. Yang tidak mengerti ya sudah lupakan saja jokes bapak-bapak yang mendengarkan anak sedang belajar matematika ini. Yang pasti beban dari stress itu berat saudara-saudara. Saya tidak tahu seberapa berat stress Anda saat ini. Yang pasti saya juga sedang mengalami beban stress ini sendiri. Buktinya dalam menulis ini saja saya perlu menanggung beban mencari candaan di awal tulisan.

Setiap pemimpin pasti memiliki beban stressnya masing-masing. Ada yang ringan bebannya ada yang berat dan bahkan ada yang sedang menanggung beban yang tidak mungkin bisa ditanggung oleh manusia sehingga menghancurkan jiwanya. Menjadi seorang pemimpin berarti juga menjadi seorang penopang orang-orang yang dipimpinnya. Semakin banyak orang yang ditopang dan semakin besar visinya tentu semakin besar bebannya. Itu pun kalau mau dianggap sebagai beban. Ada pilihan makna lain yang lebih baik, tetapi itu nanti saja dibahasnya. 

Di sisi sebaliknya, tanpa stress, sebagai pemimpin kita juga akan merasa sangat bosan. Apalagi kalau kita memiliki begitu banyak kemampuan dan keahlian yang kita tahu dapat membawa perubahan yang baik bagi orang-orang yang kita pimpin. Konflik batin yang terjadi di dalam pemimpin yang tidak mendapatkan tantangan sesuai dengan kemampuannya juga akan menjadi beban yang berat. Jadi stress itu baik atau tidak baik? Jawabannya ada di dalam kata beban yang tepat.

Dengan beban yang tepat, sebagai seorang pemimpin kita dapat menggunakan semua sumber daya yang ada di dalam diri kita. Dengan beban yang tepat kita semua akan merasa tertantang untuk mencapai suatu tujuan dan merasa bahwa kita mampu mencapainya dengan kemampuan yang kita miliki. Masalahnya adalah sangat jarang kita memiliki keseimbangan antara kemampuan dan tantangan. Apabila begini apa yang perlu dilakukan? 

Sebagai seorang pemimpin yang memiliki kemampuan lebih besar daripada tantangan, maka jawabannya hanya satu: Cari tantangan yang lebih besar. Begitu pula sebaliknya apabila tantangan yang dihadapi begitu besar tetapi tidak memiliki kemampuannya, maka carilah kemampuannya. Belajar. Dengan begitu kita akan terus bertumbuh menjadi pemimpin, terlepas dari apa yang sedang dihadapi. Lagipula stress yang ada di dalam diri kita sebagai seorang pemimpin adalah tentang diri kita sendiri. Bukan tentang hal-hal yang ada di luar dari diri kita, tetapi tentang bagaimana kita memikirkan tantangan dan kemampuan yang kita miliki sendiri.

To your highest and best leadership self,

Irvan Irawan Jie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *