Ini bukan tentang siapa pemimpin yang paling suka makan sate. Apalagi tempat sate paling enak di Jakarta dan siapa orang yang memimpin tempat sate itu. Walaupun saya juga tetap ingin tahu, kalau Anda mengetahui sate di mana yang paling enak di Jakarta, jangan lupa beri tahu saya. Tulisan ini adalah tentang state atau bahasa Indonesianya keadaan. Setiap kita memiliki statenya sendiri-sendiri ada state/keadaan pikiran, emosional, dan perilaku.
State adalah gabungan dari keadaan pikiran, emosional dan perilaku yang kita alami setiap hari. State terlihat dan terdengar dari setiap orang melalui kata-kata dan perilakunya. Hal ini karena state akan mempengaruhi caranya seseorang berpikir, belajar, berasumsi, mengingat, berkomunikasi, berperilaku dan lain-lain. Dengan kata lain state adalah keadaan diri seseorang baik secara pikiran, perasaan yang ditampilkan dengan kata-kata dan perilakunya.
Mungkin kita pernah mengalami hal seperti ini: berhadapan dengan pemimpin yang statenya sedang tidak baik, biasanya dia baik. Tetapi kali ini, tatapan matanya lebih tajam dari biasanya, perkataannya lebih kencang dan tidak selembut biasanya, perilakunya lebih terburu-buru dari biasanya. Hal ini disebabkan karena state pemimpin yang sedang kita hadapi ini sedang berada dalam state yang kurang baik. Begitu pula sebaliknya, yang biasanya kasar tetiba menjadi lebih baik. Semua ini karena statenya.
Hasil dari sebuah kepemimpinan yang berada dalam state yang tidak baik tentu juga tidak baik. Oleh karenanya kualitas kepemimpinan Anda akan sangat ditentukan oleh kualitas state Anda saat ini. Menggunakan state yang baik dalam sebuah keadaan dimana kita perlu memimpin akan lebih meningkatkan kemungkinan kita untuk sukses dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Lalu bagaimana caranya mengendalikan state kita sebagai pemipin?
Caranya adalah dengan bertanggung jawab penuh atas pikiran dan perasaan kita sendiri. Setelah bertanggung jawab atas pikiran dan perasaan maka berikutnya adalah bertanggung jawab atas perkataan dan perbuatan kita sendiri. Mudah? tentu saja tidak, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Mengendalikan state sama dengan mengendalikan diri sendiri. Mengambil alih kendali ke dalam diri sendiri dan tidak membiarkan hal-hal di luar dari diri kita untuk mengendalikan diri kita. Membedakan hal-hal yang berada di dalam kendali dan mana tidak ada di dalam kendali.
Seandainya kita tidak mengendalikan diri kita sendiri sebagai seorang pemimpin, maka siapa atau apa yang sedang mengendalikan kita?
To your highest and best leadership self,
Irvan Irawan Jie



