Blog

Who is Fit to Lead?

Terkadang dalam pemilihan pemimpin, orang yang terbaik yang bisa dijadikan pemimpin adalah orang-orang yang tidak memiliki ambisi untuk menjadi pemimpin itu sendiri. Saya menuliskan ambisi, bukan visi, misi ataupun aspirasi untuk menjadi pemimpin. Seorang pemimpin sejatinya memerlukan visi, misi dan aspirasi tetapi bukan ambisi. Seorang yang dipenuhi ambisi untuk menjadi pemimpin akan beresiko menjadi seorang yang akan menggunakan segala cara untuk mewujudkan keinginan pribadinya tanpa memikirkan orang lain.

Seorang pemimpin yang sudah memiliki tanggung jawab atas dirinya, visi, misi dan aspirasi yang jelas juga perlu memiliki empati dan pengertian terhadap orang lain. Pemimpin perlu memikirkan orang-orang yang sudah mengangkatnya menjadi pemimpin. Menjadi pemimpin bukanlah menjadi orang yang ditopang oleh orang-orang yang memimpinnya, apalagi menginjak-injak mereka untuk naik sendirian. Sebaliknya seorang pemimpin adalah orang yang berada di paling bawah untuk menopang mereka yang dipimpinnya. Hanya dengan begitu orang-orang yang dipimpinnya akan terus menolong dan mengangkat pemimpinnya.

Seandainya fit itu adalah tentang tubuh yang langsing, berat badan ideal, berotot, sehat paripurna sempurna dan selalu menjaga makanan, sudah pasti bukan saya. Saya makan angin saja gendut. Memimpin orang lain selalu dimulai dengan memimpin diri sendiri. Seorang yang layak untuk menjadi pemimpin adalah seorang yang mampu bertanggung jawab penuh atas dirinya sendiri.

Dengan kata lain, seorang yang layak untuk menjadi pemimpin, menurut saya adalah orang yang dengan kerendahan hatinya mau menjadi pelayan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin mengetahui betul panggilan ini. Panggilan untuk menjadi seorang yang memimpin orang-orang yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan penting bersama. Tujuan yang akan mensejahterakan semuanya. Mencapai sebuah ke’ekologis’an dimana semua pihak menjadi lebih baik karenanya. Pemimpin senantias menjadi lebih baik, orang-orang yang dimpimpin senantiasa menjadi lebih baik dan dunia pun menjadi lebih baik karena semua orang menjadi lebih baik.

Ujian utama dari seorang pemimpin apakah ada orang-orang yang mau mengikuti dirinya? Dengan karakteristik yang sudah saya sebutkan di atas, kemungkinan besar orang-orang yang satu visi, misi dan aspirasi akan dengan senang hati mau dilayani oleh pemimpin yang layak. Apakah kita layak untuk menjadi pemimpin? Hanya diri sendiri yang dapat menjawabnya. 

To your highest and best leadership self,

Irvan Irawan Jie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *